Jakarta Art Paper: Ketika Kertas Menjadi Suara Alam

Saturday, 14 March 2026 05:35:59

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Kertas selama ini sering dianggap sebagai benda sekali pakai. Setelah digunakan, banyak yang langsung membuangnya tanpa berpikir panjang. Namun bagi seniman Dedi Singgih, kertas justru bisa menjadi medium untuk menyampaikan pesan penting tentang kondisi bumi.

Melalui karya tiga dimensinya di acara Jakarta Art Paper, Dedi menghadirkan bentuk yang menyerupai potongan batang pohon. Karya tersebut terinspirasi dari fenomena lingkaran tahun pada batang pohon. Dalam dunia botani, lingkaran itu tidak hanya menunjukkan usia pohon, tetapi juga menjadi penanda perubahan iklim yang terjadi dari waktu ke waktu.

Dedi menyusun lapisan kertas hingga membentuk struktur yang mirip dengan cincin pohon. Bentuk itu seolah menggambarkan luka bumi yang terus bertambah akibat aktivitas manusia. Melalui karya tersebut, ia ingin mengingatkan bahwa kerusakan alam bukan sekadar isu jauh di tempat lain, tetapi juga terjadi di sekitar kita.

Menurutnya, bencana alam yang semakin sering muncul tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang merusak lingkungan. Karena itu, karya seni juga dapat berfungsi sebagai kritik sosial.

Lewat tumpukan kertas yang sederhana, Dedi mencoba membangun empati. Ia berharap orang yang melihat karyanya dapat merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam. Dari benda yang sering dianggap sampah, lahirlah karya yang mengajak kita lebih peduli pada bumi.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait