Hitam Putih yang Berbicara: Grey Award 2026 Hadirkan Seni Monokrom yang Reflektif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Bandung
Grey Art Gallery Braga kembali menjadi ruang pertemuan ide dan ekspresi melalui Grey Award 2026. Sejak melangkah masuk ke ruang pamer, pengunjung langsung disambut atmosfer monokrom yang kuat. Dinding gelap dan pencahayaan terukur membuat karya-karya hitam putih tampil menonjol, menegaskan detail tekstur, bayangan, dan permainan cahaya.
Pameran ini menghadirkan 60 seniman terpilih yang karyanya lolos kurasi Grey Award 2026. Beragam medium ditampilkan, mulai dari lukisan dua dimensi, karya cetak, ilustrasi naratif, hingga instalasi ruang. Meski dibatasi pada spektrum hitam, putih, dan abu-abu, karya-karya tersebut justru terasa beragam dan kaya makna.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah instalasi figur manusia berukuran nyata yang berdiri di atas alas menyerupai pot tanaman. Ranting-ranting hitam yang menjulur di sekitarnya menghadirkan kesan rapuh sekaligus tenang. Karya ini mengajak pengunjung merenungkan relasi manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya.
Pengunjung tampak menikmati pameran dengan ritme pelan. Banyak yang berhenti lama, membaca teks kuratorial, dan memotret detail karya. Suasana kontemplatif terasa kuat, sejalan dengan tema “Monochrome as Manifesto” yang mengajak publik melihat monokrom bukan sebagai keterbatasan visual, melainkan sebagai ruang refleksi dan pernyataan sikap artistik.
(Sumber gambar: jabar.tribunnews.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
