Hari Gamelan Dunia: Saat Dunia Mendengar Harmoni dari Indonesia
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Setiap tanggal 15 Desember, dunia memberi ruang khusus bagi salah satu warisan budaya Indonesia: gamelan. Hari Gamelan Dunia diperingati sebagai penanda pengakuan UNESCO terhadap gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan pada 15 Desember 2021. Pengakuan ini bukan sekadar simbol prestise, melainkan pengakuan atas nilai filosofis dan sosial yang terkandung di dalamnya.
UNESCO menilai gamelan bukan hanya sebagai alat musik, tetapi sebagai sistem orkestra yang kompleks dan sarat makna. Gamelan dimainkan secara kolektif dengan setiap instrumen memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi. Tidak ada instrumen yang menonjol sendirian; semuanya bergerak dalam harmoni. Di sinilah gamelan menjadi metafora kehidupan sosial: tentang kebersamaan, gotong royong, dan keseimbangan.
Makna pengakuan ini sangat penting bagi identitas Indonesia di mata dunia. Gamelan membuktikan bahwa budaya Nusantara memiliki kontribusi nyata dalam khazanah musik global. Tak heran jika gamelan kini dipelajari dan dimainkan di berbagai universitas dan komunitas seni internasional.
Hari Gamelan Dunia menjadi momentum refleksi bahwa warisan budaya bukan sekadar masa lalu, melainkan sumber nilai yang relevan untuk masa kini. Di tengah dunia yang kian individualistis, gamelan mengajarkan pentingnya mendengar, menyesuaikan diri, dan bergerak bersama. Harmoni yang lahir dari gamelan adalah pesan universal—dan Indonesia adalah sumbernya.
(Sumber gambar: rri.co.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
