Dukungan Lingkungan di Balik Perjalanan Seni Airlangga

Wednesday, 25 March 2026 17:45:23

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Kesuksesan pameran tunggal bertajuk ”Unspoken” karya Airlangga Satryatama Wisnumurti tidak lepas dari peran penting ekosistem pendukung di sekitarnya. Sebagai seniman muda yang hidup dengan kondisi disleksia, perjalanan Angga menunjukkan betapa krusialnya lingkungan yang inklusif dan suportif dalam memfasilitasi bakat seseorang.

Pihak keluarga, terutama orang tua Angga, menekankan bahwa penerimaan lingkungan adalah kunci utama. Mulai dari pendidikan dasar di Sekolah Nasima hingga eksplorasi kreatif di Klub Merby, Angga diberikan ruang untuk berkembang tanpa tekanan yang kaku. Pendekatan yang setara dan suportif ini kemudian diperkuat secara akademik di Universitas Negeri Semarang (Unnes) serta melalui bimbingan teknis di Hokage Studio.

Ratih Ayu Pratiwinindya dari Unnes mencatat bahwa meski visual karya Angga tampak sederhana, narasi di dalamnya sangat berani dan mendalam. Hal ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, individu dengan kebutuhan khusus dapat menemukan “suara” mereka sendiri. Pameran ini bukan sekadar unjuk karya, melainkan sebuah pesan bagi masyarakat luas tentang pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi setiap talenta untuk bersinar sesuai dengan caranya masing-masing.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait