Dari Studio Rekaman ke Galeri: Pameran Imersif Miles Films di Lokananta
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” menawarkan pengalaman yang berbeda dari pameran film pada umumnya. Alih-alih menampilkan film sebagai produk akhir, pameran ini mengajak pengunjung menyelami proses kreatif, khususnya bagaimana musik dan suara dirancang sejak awal sebagai bagian dari tubuh film.
Dirancang sebagai ekshibisi imersif oleh .this/PLAY, pameran ini memadukan arsip, instalasi ruang, dan pengalaman audio-visual yang memungkinkan pengunjung ‘masuk’ ke dalam dunia produksi musik film. Dari era analog hingga digital, perjalanan bunyi Miles Films ditata secara tematik dan terus berkembang sepanjang periode pameran.
Pendekatan ini memperlihatkan relasi dua arah antara musik dan film. Musik tidak hanya mengikuti gambar, tetapi juga membentuk ritme narasi, emosi adegan, dan bahkan identitas karakter. Dengan menghadirkan jejak para penata musik, musisi, dan band yang terlibat, pameran ini sekaligus menjadi arsip penting bagi sejarah sinema dan musik Indonesia.
Pemilihan Lokananta sebagai lokasi pameran memperkuat makna tersebut. Sebagai cagar budaya musik nasional, Lokananta menjadi ruang yang ideal untuk mempertemukan sejarah rekaman, sinema, dan budaya populer. Di sini, film tidak lagi berhenti di layar, tetapi hadir sebagai pengalaman ruang yang bisa didengar, dirasakan, dan direnungkan. Pameran ini menjadi ajakan bagi publik untuk melihat film secara lebih utuh, sebagai hasil kolaborasi lintas disiplin yang hidup dalam bunyi, gambar, dan ingatan.
(Sumber gambar: antarafoto.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
