Dari Shivagrha ke Panggung Dunia: Prambanan sebagai Pusat Spiritualitas Hindu Nusantara
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Klaten
Candi Prambanan selama ini dikenal sebagai mahakarya arsitektur Hindu yang memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Namun, melalui Prambanan Shiva Festival 2026, kompleks candi ini ditegaskan kembali bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup spiritual yang berakar kuat pada nilai dan tradisi Hindu Nusantara.
Rangkaian festival yang diawali perayaan Shivaratri pada 17 Januari 2026 hingga Mahashivaratri 15 Februari 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali fungsi sakral Candi Prambanan. Ribuan umat Hindu berkumpul untuk memuja Dewa Shiva, menjalani perenungan, dan melakukan introspeksi diri dalam suasana yang khidmat dan penuh makna.
Secara historis, pelaksanaan Shivaratri di Prambanan memiliki landasan kuat. Prasasti Wantil tahun 778 Śaka (856 M) mencatat bahwa kompleks ini bernama Shivagrha, tempat pemuliaan Dewa Shiva. Artinya, ritual yang kini kembali digelar bukanlah praktik baru, melainkan kesinambungan sejarah yang terputus oleh waktu.
Festival ini memperlihatkan transformasi cara pandang terhadap warisan budaya. Candi Prambanan tidak lagi diposisikan sebagai monumen bisu, tetapi sebagai pusat spiritual yang aktif dan relevan. Di sinilah masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu dalam satu ruang sakral.
Lebih jauh, Prambanan Shiva Festival memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa yang menghargai keberagaman spiritual dan budaya. Melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga keagamaan, dan pengelola destinasi, Prambanan diproyeksikan sebagai mercusuar spiritual Hindu Nusantara dan dunia, tempat di mana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi.
(Sumber gambar: injourneydestination.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
