Dari Lukisan hingga Kursi Kayu: Pengalaman Reflektif di Pameran Nasirun
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Mengunjungi pameran “Menyongsong Matahari 2026” bukan hanya tentang melihat lukisan, tetapi mengalami ruang. Di Bentara Budaya Yogyakarta, Nasirun merancang pameran sebagai perjalanan batin yang mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menyelami makna hidup.
Salah satu instalasi yang mencuri perhatian adalah “Karya di Atas Kursi”. Lima kursi kayu dan sebuah meja jati dipahat dan dilukis dengan sentuhan personal. Karya ini menghadirkan kesan akrab, seolah pengunjung dipersilakan duduk, berhenti sejenak, dan berdialog dengan diri sendiri.
Selain itu, karya “Ghoib” yang dilukis di atas kayu memperkuat nuansa spiritual pameran. Visual pewayangan dan garis imajiner Yogyakarta menjadi simbol keterhubungan antara ruang, budaya, dan dimensi tak kasatmata.
Setiap sudut ruang pamer dirancang untuk memperlambat langkah. Tidak ada kesan tergesa-gesa. Justru keheningan menjadi medium utama agar pesan karya dapat meresap.
Pameran ini menunjukkan bahwa seni tidak selalu harus spektakuler. Dalam kesederhanaan bentuk dan kedalaman makna, Nasirun menghadirkan pengalaman yang membumi, sebuah ruang jeda di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
(Sumber gambar: @bentarabudayayk)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
