Dari Lukisan hingga Kursi Kayu: Pengalaman Reflektif di Pameran Nasirun

Friday, 30 January 2026 06:22:06

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Mengunjungi pameran “Menyongsong Matahari 2026” bukan hanya tentang melihat lukisan, tetapi mengalami ruang. Di Bentara Budaya Yogyakarta, Nasirun merancang pameran sebagai perjalanan batin yang mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menyelami makna hidup.

Salah satu instalasi yang mencuri perhatian adalah “Karya di Atas Kursi”. Lima kursi kayu dan sebuah meja jati dipahat dan dilukis dengan sentuhan personal. Karya ini menghadirkan kesan akrab, seolah pengunjung dipersilakan duduk, berhenti sejenak, dan berdialog dengan diri sendiri.

Selain itu, karya “Ghoib” yang dilukis di atas kayu memperkuat nuansa spiritual pameran. Visual pewayangan dan garis imajiner Yogyakarta menjadi simbol keterhubungan antara ruang, budaya, dan dimensi tak kasatmata.

Setiap sudut ruang pamer dirancang untuk memperlambat langkah. Tidak ada kesan tergesa-gesa. Justru keheningan menjadi medium utama agar pesan karya dapat meresap.

Pameran ini menunjukkan bahwa seni tidak selalu harus spektakuler. Dalam kesederhanaan bentuk dan kedalaman makna, Nasirun menghadirkan pengalaman yang membumi, sebuah ruang jeda di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

(Sumber gambar: @bentarabudayayk)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait