Dari Jumbo hingga Mentimoon: Saat Animasi Lokal Menjadi Aset Kekayaan Intelektual Bernilai Tinggi
Location
Kesuksesan film Jumbo yang berhasil menembus lebih dari 10 juta penonton hanya dalam waktu sekitar sebulan membuktikan satu hal penting: animasi karya anak bangsa punya daya saing yang luar biasa. Tak sekadar hiburan, Jumbo juga membuka mata publik tentang potensi besar di balik intellectual property (IP) dalam industri kreatif Indonesia. CEO Visinema Studios, Herry Budiazhari Salim, bahkan menyebut bahwa karakter-karakter dalam Jumbo tengah dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi evergreen IP, aset kreatif yang bisa terus hidup dan menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Beberapa studio lokal lain juga mulai menyadari pentingnya membangun IP dari karya mereka. Salah satunya adalah Dipadira Studio, yang tengah mengembangkan dua karakter animasinya, Kwartet The Adventure dan Mentimoon, menjadi IP berkelanjutan. Menurut pendirinya, Dieky Suprayogi, pengembangan IP bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang keberlanjutan industri animasi nasional.
Dieky mencontohkan bagaimana Mickey Mouse menjadi simbol kesuksesan Disney hingga kini. Dari karakter sederhana, ia berubah menjadi ikon global yang menggerakkan roda ekonomi kreatif. Hal serupa bisa terjadi di Indonesia jika studio-studio lokal berani mengembangkan IP-nya sendiri.
Melalui Jumbo dan karya sejenis, kita melihat masa depan industri animasi Indonesia yang kian menjanjikan, bukan hanya untuk ditonton, tetapi juga untuk dimiliki sebagai aset intelektual yang bernilai tinggi.
(Sumber gambar: @kwartet.venture)
Written by
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
