Dari Imogiri ke Dunia: Bale Kajenar dan Masa Depan Seni Budaya

Tuesday, 27 January 2026 12:18:43

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Seni budaya kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang statis dan tertinggal. Namun, Bale Kajenar di Bantul menawarkan narasi yang berbeda. Ruang seni ini justru menempatkan kebudayaan sebagai fondasi masa depan, bukan sekadar warisan masa lalu.

Didirikan dengan semangat uri-uri budaya, Bale Kajenar berangkat dari kegelisahan akan lunturnya identitas generasi muda di tengah dominasi teknologi digital. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, seni budaya diperkenalkan bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai pengalaman yang relevan dan membumi.

Astuti Handayani dari Kundha Kabudayan DIY menegaskan bahwa misi utama Bale Kajenar adalah edukasi karakter melalui seni. Di sinilah seni berfungsi lebih dari sekadar estetika. Ia menjadi medium pembentukan nilai, etika, dan kesadaran kolektif generasi penerus.

Meski berakar kuat di Kalurahan Wukirsari, visi Bale Kajenar bersifat terbuka dan progresif. Aktivitas seni yang digelar diharapkan mampu menarik perhatian pelaku seni dan wisatawan, tidak hanya dari DIY, tetapi juga dari luar negeri. Dengan demikian, seni lokal tidak terjebak dalam romantisme, melainkan bergerak aktif dalam ekosistem budaya global.

Bale Kajenar menunjukkan bahwa masa depan seni budaya tidak harus bertentangan dengan era digital. Justru, dengan ruang yang tepat, seni dapat menjadi penyeimbang sekaligus identitas di tengah perubahan zaman. Dari Imogiri, sebuah pesan kuat disampaikan: seni budaya tetap punya tempat, selama ada ruang yang mau merawatnya.

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait