Dari Gerbang ke Kanvas: Seni Rupa Komunitas Menghidupkan Ruang Publik Imogiri

Tuesday, 27 January 2026 12:12:58

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Kepyakan Bale Kajenar membuktikan bahwa seni rupa memiliki kekuatan untuk menghidupkan ruang publik. Dengan menjadikan area gerbang Bale Kajenar sebagai lokasi melukis bersama, seni keluar dari galeri dan menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat Imogiri.

Aksi melukis massal yang melibatkan pemilik Bale Kajenar, unsur Forkopimkap, seniman, pelajar, hingga panitia, menghadirkan seni sebagai praktik kolektif. Di sini, hierarki pelaku seni menjadi cair. Semua orang setara di hadapan kanvas, berbagi ruang, warna, dan gagasan. Model seni rupa komunitas seperti ini menegaskan bahwa seni tidak harus elitis untuk bermakna.

Keterlibatan pelajar memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi laboratorium kreatif. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam peristiwa seni. Sementara itu, seniman profesional yang mengabadikan Gapura Bale Kajenar menghadirkan dialog visual antara arsitektur lokal dan interpretasi artistik.

Rencana pameran karya pada 8 Januari 2026 menjadi tahap lanjutan yang penting. Karya-karya tersebut akan kembali kepada publik, memperkuat siklus partisipasi dan apresiasi seni. Kepyakan Bale Kajenar pun tak berhenti sebagai seremoni pembukaan, melainkan proses berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, seni rupa tampil sebagai strategi kultural untuk merawat ruang, mempertemukan generasi, dan memperkuat identitas lokal. Imogiri menunjukkan bahwa seni komunitas mampu menjadi denyut baru dalam kehidupan sosial masyarakat.

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait