Dari Galeri ke Ekonomi Kreatif: Pameran “17 Pitulas” dan Masa Depan Seni Cirebon
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Cirebon
Pameran Lukis “17 Pitulas” di Kabupaten Cirebon tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga membuka wacana baru: seni sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata. Digelar secara mandiri tanpa dukungan APBD maupun APBN, pameran ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama komunitas seni lokal.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengapresiasi inisiatif para seniman yang menggelar pameran dengan sumber daya sendiri. Baginya, kegiatan ini bukan hanya peristiwa seni, tetapi juga modal sosial yang penting bagi pengembangan kebudayaan daerah.
Melalui keterlibatan UMKM dan aktivitas komunitas, “17 Pitulas” memperlihatkan potensi seni rupa sebagai ruang temu antara kreativitas dan ekonomi. Seni tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan promosi daerah, wisata budaya, dan industri kreatif. Inilah arah yang mulai dibidik oleh Disbudpar Cirebon: kolaborasi lintas sektor agar seni memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih jauh, pameran ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi seniman Cirebon. Bukan tidak mungkin, dari ruang kreasi lokal ini lahir agenda seni yang lebih besar—berskala nasional, bahkan internasional. “17 Pitulas” menjadi contoh bahwa masa depan seni tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan pada visi bersama dan keberanian untuk memulai. Di Cirebon, seni rupa sedang belajar berjalan kembali. Dan pameran ini adalah langkah kecil yang menjanjikan arah panjang.
(Sumber gambar: cirebonkab,go,id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
