Dari Batang untuk Publik: Pameran Gratis dengan Kualitas Kota Besar
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Batang
Siapa bilang pameran seni berkualitas hanya bisa dinikmati di kota besar? Komunitas Serbuk Pensil mematahkan anggapan itu lewat gelaran Land Art 3 “Sisa Sisi Kota”, yang berlangsung gratis di Sekretariat Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang pada 27–31 Desember 2025.
Pameran ini menghadirkan 21 perupa lokal Batang yang sebagian besar memiliki latar pendidikan seni dari Jogja dan Solo. Pengalaman berpameran di kota-kota besar tercermin dari kualitas karya yang ditampilkan—mulai dari pengolahan konsep, teknik visual, hingga keberanian mengangkat isu sosial.
Hal ini diakui langsung oleh pengunjung. Mumut, salah satu penikmat seni, mengaku terkejut dengan mutu pameran yang menurutnya setara dengan pameran berbayar di Jakarta atau Yogyakarta. Apresiasi semacam ini menjadi bukti bahwa ekosistem seni di daerah memiliki potensi besar jika diberi ruang.
Bagi para perupa, pameran ini juga menjadi bentuk perlawanan terhadap minimnya apresiasi seni lokal. Syaiful Bahri, salah satu peserta, memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan seni rupa kepada masyarakat luas. Karyanya yang berjudul Time Bomb menyoroti eksploitasi sumber daya alam sebagai kritik sosial yang relevan dengan kondisi Indonesia hari ini.
Ketua DKD Batang, Achmad Suroso, menilai pameran ketiga ini menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari perupa muda. Land Art 3 bukan hanya ajang pamer karya, tapi juga penanda bahwa Batang sedang membangun identitas seni rupanya sendiri—percaya diri, kritis, dan terbuka untuk publik.
(Sumber gambar: @serbuk.pensil)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
