Afnan Malay Ungkap Filosofi di Balik Pameran Tunggal “Alir”
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Semarang, Hokgstudio — Pameran tunggal lukisan Afnan Malay bertajuk Alir yang digelar di Tanart Space tidak hanya menarik perhatian melalui kekuatan visualnya, tetapi juga melalui filosofi di balik proses kreatif sang seniman, Senin (17/2/2026).
Afnan menjelaskan bahwa judul Alir dipilih untuk merepresentasikan proses penciptaan karya yang berlangsung secara spontan dan tanpa tekanan.
“Pameran ini saya namakan Alir karena dalam proses melukisnya mengalir saja tanpa adanya paksaan atau kesengajaan. Jadi karya ini lahir secara jujur,” ungkapnya.
Menurut Afnan, pendekatan yang mengalir memungkinkan ide dan emosi berkembang secara natural. Ia tidak membatasi diri pada konsep yang kaku, melainkan membiarkan intuisi dan pengalaman personal memandu setiap sapuan kuas. Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi kunci hadirnya kejujuran dalam karya.
Hasilnya, setiap lukisan menghadirkan energi dan karakter yang berbeda. Meski tampak sederhana, komposisi warna dan gerak kuas menyimpan kedalaman makna yang dapat dirasakan secara personal oleh pengunjung.
Dengan filosofi tersebut, Alir tidak sekadar menjadi rangkaian karya seni rupa, tetapi juga refleksi perjalanan kreatif Afnan Malay. Pameran ini sekaligus mengajak penikmat seni untuk mengalami proses visual yang spontan, autentik, dan terbuka terhadap beragam tafsir.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
