Opening Ceremony Pameran Break The Loops: Memutus Rantai “Toxic Masculinity” Melalui Seni Visual

Friday, 03 April 2026 16:40:21

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran “Break The Loops” karya Arif Hadinata resmi dibuka dengan simbolisme pemotongan pita yang khidmat. Namun, di balik seremonial tersebut, tersimpan pesan mendalam mengenai beban psikologis yang jarang dibicarakan secara terbuka: tuntutan hidup laki-laki. Melalui pameran ini, Arif mengajak pengunjung untuk merenungkan kembali standar maskulinitas yang selama ini dianggap sebagai norma wajar di masyarakat.

Tema “Break The Loops” berangkat dari kegelisahan tentang siklus emosi laki-laki yang sering kali dipendam. Sejak dini, laki-laki dididik untuk selalu kuat, dominan, dan kompetitif. Kerentanan sering kali dianggap sebagai kelemahan, sehingga banyak pengalaman batin yang tidak terselesaikan dan akhirnya menumpuk menjadi beban permanen. Kondisi yang dikenal sebagai toxic masculinity ini bukan hanya merugikan individu, tetapi juga menciptakan pola perilaku yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya.

Arif Hadinata mempertanyakan melalui karyanya: apakah siklus ini bisa dihentikan? Pameran ini menjadi ruang refleksi bagi laki-laki untuk mengakui perasaan mereka tanpa takut dihakimi. Dengan mengangkat isu personal ke dalam ranah publik, Arif berharap pola yang membatasi ekspresi emosi ini tidak lagi menjadi “warisan” bagi masa depan. “Break The Loops” bukan sekadar pameran seni, melainkan sebuah seruan untuk membentuk identitas laki-laki yang lebih humanis, jujur, dan berani untuk pulih dari luka lama.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait