Belajar dari Sang Praktisi: Menjaga “Nyawa” Karya di Tengah Arus Industri
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Apa yang terjadi ketika sebuah ide tumpah ke atas kanvas, lalu menyeberang ke ruang publik? Pertanyaan ini menjadi pemantik hangat dalam talkshow yang digelar di sela-sela pameran Unspoken di Tan Art Space. Alih-alih hanya bicara soal pasal hukum yang kaku, Airlangga Satryatama Wisnumurti dan Arief Hadinata justru berbagi sisi manusiawi dari sebuah proses kreatif: tentang bagaimana menjaga “nyawa” dan integritas sebuah karya seni.
Diskusi sore itu berubah menjadi ruang berbagi pengalaman yang intim. Para narasumber membedah realitas di lapangan bahwa karya seni sering kali dipandang sebelah mata dalam hal kepemilikan intelektualnya. Bagi seorang praktisi seni, perlindungan karya bukan sekadar urusan dokumen administratif, melainkan bentuk pertahanan terhadap nilai ekonomi dan pesan moral yang dibawa oleh karya tersebut.
Melalui kacamata praktis, peserta diajak melihat bahwa potensi pelanggaran karya bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. Namun, dengan membangun ekosistem seni yang saling menghargai, risiko tersebut bisa diminimalisir. Antusiasme pengunjung yang memadati lokasi menunjukkan bahwa generasi muda Semarang mulai menyadari bahwa menjadi seniman profesional berarti harus siap dengan “amunisi” pengetahuan yang lengkap, termasuk urusan legalitas. Talkshow ini berhasil membuktikan bahwa edukasi hukum tidak harus membosankan; ia bisa hadir lewat obrolan santai yang inspiratif, memperkuat pondasi para kreator muda untuk terus berkarya tanpa rasa cemas akan kehilangan hak atas ciptaannya.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
