Komitmen Pemerintah Jawa Tengah dalam Mewujudkan Kota Inklusif Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan serta ruang ekspresi bagi anak-anak bertalenta khusus. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jateng dan Kota Semarang, Ibu Isti Ilma Patriani, M.Psi. dan Ibu Indraswari Widyastuti, S.E., pemerintah memandang urgensi pengembangan bakat bagi anak-anak dengan disleksia dan ADHD sebagai bagian dari pemenuhan hak anak. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memastikan terciptanya lingkungan yang aman dan inklusif di lingkup perkotaan.
Salah satu fokus utama ke depan adalah menjadikan Semarang sebagai “Kota Inklusif Seni”. Hal ini memerlukan koordinasi yang intensif antara birokrasi dan lembaga non-pemerintah untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Selain aspek perlindungan, pemerintah juga didorong untuk memastikan fasilitas publik, seperti galeri dan museum, ramah terhadap kebutuhan sensorik anak dengan ADHD. Dukungan anggaran dan beasiswa bagi prestasi non-akademik juga menjadi instrumen penting agar anak-anak seperti Airlangga dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Dengan kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah berharap dapat membangun jembatan bagi pesan-pesan kreatif anak bangsa agar tersampaikan kepada masyarakat luas.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
