“Tirta: Ambang Alir”, Dialog Kreatif 22 Perupa Bali di Jantung Kota Semarang

Wednesday, 25 March 2026 17:40:01

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran “Tirta: Ambang Alir” yang digelar di Semarang Contemporary Art Gallery membawa angin segar bagi dialog seni antar-daerah di Indonesia. Sebanyak 22 seniman Sanggar Dewata Indonesia (SDI) menghadirkan tafsir kolektif mereka mengenai konsep air dalam kebudayaan Bali. Pameran ini menjadi ruang pembuktian bahwa identitas kultural dapat dieksplorasi secara tanpa batas melalui medium seni kontemporer.

Kurator Asmudjo J. Irianto menekankan bahwa pameran ini lahir dari inisiatif mandiri para perupa untuk membicarakan air sebagai simbol kehidupan, pemurnian, sekaligus memori kolektif. Setiap seniman membawa pendekatan yang unik; mulai dari isu ekologis mengenai kelangkaan air hingga makna air dalam ritual doa. Keragaman medium yang digunakan menunjukkan betapa dinamisnya perkembangan seni rupa yang berakar pada tradisi.

Lebih dari sekadar ajang pamer karya, peristiwa ini memperkuat jejaring antara komunitas seni Bali dan publik Semarang. Melalui karya-karya yang dipamerkan, penonton tidak hanya diajak mengagumi keindahan teknis, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai kosmologis yang diwariskan secara turun-temurun. Pameran ini menjadi pengingat bahwa seni memiliki kekuatan untuk mengalirkan pesan-pesan spiritual ke tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait