Orang Tua Apresiasi Pameran “Unspoken”, Sebut Seni Jadi Ruang Tumbuh Airlangga
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Orang tua perupa muda Airlangga, Prakoso Juli Wahyono dan Sri Purwanti, menyampaikan dukungannya terhadap pameran tunggal bertajuk “Unspoken” yang menampilkan karya-karya putra mereka.
Dalam keterangannya, Prakoso mengungkapkan bahwa perjalanan Airlangga dalam dunia seni tidak lepas dari latar belakangnya yang mengalami disleksia dan hiperaktif. Kondisi tersebut mendorong keluarga untuk mencari pendekatan yang tepat, salah satunya melalui terapi berbasis aktivitas kreatif.
“Kami memasukkan Airlangga ke klub Merby untuk terapi. Di sana dia belajar melukis dan juga membuat karya dari clay, tapi ternyata dia lebih condong ke melukis,” ujar Prakoso.
Menurutnya, ketertarikan Airlangga pada seni lukis berkembang secara alami seiring proses tersebut. Aktivitas melukis dinilai menjadi medium yang efektif untuk menyalurkan energi sekaligus membantu perkembangan dirinya.
Sri Purwanti menambahkan bahwa kehadiran pameran “Unspoken” menjadi momen penting dalam perjalanan anaknya. Ia menegaskan bahwa keluarga akan terus memberikan dukungan terhadap segala kegiatan yang mampu mengembangkan potensi Airlangga.
“Adanya pameran ini tentu kami sangat mendukung, apapun yang dapat meningkatkan keterampilan Airlangga,” ujarnya.
Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga mencerminkan proses panjang di balik perkembangan seorang seniman muda. Bagi keluarga, seni telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Airlangga untuk tumbuh dan mengekspresikan diri.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
