Airlangga Angkat Paranoia Kekuasaan Lewat Karya “A Medieval Feasting”
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Perupa muda Airlangga menghadirkan karya berjudul A Medieval Feasting yang terinspirasi dari dinamika kehidupan istana pada abad pertengahan. Karya ini menyoroti sisi psikologis penguasa yang kerap diliputi rasa curiga dan paranoia terhadap ancaman di sekitarnya.
Dalam visual yang ditampilkan, Airlangga menggambarkan sebuah jamuan makan besar di dalam ruang istana. Para bangsawan dan tamu duduk bersama dalam satu meja panjang, namun suasana yang tercipta tidak sepenuhnya hangat. Gestur tubuh, tatapan, serta komposisi ruang justru memperlihatkan ketegangan tersembunyi di antara para tokohnya.
Menurut Airlangga, tradisi makan bersama dalam konteks kerajaan tidak selalu sekadar perayaan, tetapi juga menjadi cara penguasa mengawasi orang-orang di sekitarnya. “Saya terinspirasi dari bagaimana raja pada masa itu sering diliputi rasa takut akan pengkhianatan. Jamuan makan menjadi momen untuk melihat siapa yang bisa dipercaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa A Medieval Feasting berangkat dari gagasan bahwa kekuasaan sering kali berjalan beriringan dengan rasa tidak aman. “Semua orang dikumpulkan dalam satu ruangan, terlihat seperti kebersamaan, tapi sebenarnya ada ketegangan. Ada rasa saling curiga yang tidak terlihat secara langsung,” lanjutnya.
Melalui karya ini, Airlangga tidak hanya menghadirkan gambaran kehidupan abad pertengahan, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan sisi manusiawi di balik kekuasaan tentang rasa takut, kontrol, dan upaya bertahan dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
