Airlangga Angkat Isu Kesehatan Mental Lewat Karya “Schizrophenic Dreams”
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Perupa muda Airlangga menghadirkan karya berjudul Schizrophenic Dreams yang menyoroti pengalaman batin dan kompleksitas kondisi kesehatan mental, khususnya yang berkaitan dengan halusinasi dan gangguan persepsi.
Dalam karya tersebut, Airlangga mengeksplorasi gambaran visual yang tidak stabil dan cenderung surealis, merepresentasikan bagaimana realitas dapat terasa terdistorsi bagi seseorang yang mengalami gangguan seperti Skizofrenia. Ia mencoba menangkap suasana antara sadar dan tidur, di mana mimpi, kecemasan, dan halusinasi dapat saling bercampur.
Airlangga menjelaskan bahwa ketertarikannya muncul dari rasa ingin memahami bagaimana seseorang mengekspresikan kondisi batin mereka, terutama saat berada dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar. “Saya mulai penasaran bagaimana ekspresi seseorang saat tidur, terutama ketika pikiran mereka dipenuhi oleh halusinasi atau mimpi yang intens,” ujarnya.
Melalui Schizrophenic Dreams, ia tidak bermaksud menghakimi, melainkan menghadirkan empati terhadap mereka yang hidup dengan kondisi tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial terhadap individu dengan gangguan mental.
“Karya ini juga menjadi pengingat bahwa mereka yang mengalami gangguan mental membutuhkan dukungan, bukan stigma. Kita perlu lebih peduli dan mencoba memahami, bukan menjauh,” kata Airlangga.
Karya ini menjadi bentuk refleksi sekaligus ajakan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kesehatan mental, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi mereka yang mengalaminya.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
