Material yang Bercerita: Ragam Medium dalam Pameran “Pulang Kampung”

Monday, 16 March 2026 13:02:00

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran kolektif “Pulang Kampung: Jeda, Memori, dan Ruang yang Menetap” tidak hanya menawarkan cerita tentang kepulangan, tetapi juga menghadirkan keberanian dalam mengeksplorasi berbagai material. Para perupa yang terlibat dalam pameran ini tidak membatasi diri pada medium seni yang konvensional seperti kanvas atau kertas. Mereka justru memanfaatkan beragam bahan sebagai bahasa visual untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman personal.

Di ruang pamer yang berlangsung di Tekodeko, kawasan Kota Lama Semarang, pengunjung dapat melihat dialog menarik antara berbagai medium. Cat air dan tinta akrilik hadir berdampingan dengan material yang lebih taktil seperti kain blacu, benang sulam, kulit, hingga eksplorasi bentuk menggunakan 3D clay. Keberagaman ini menciptakan pengalaman visual yang kaya sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat lahir dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa karya bahkan menggunakan benda yang akrab dengan keseharian, seperti piring, baju batik, kain perca, hingga limbah kain. Benda-benda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai material, tetapi juga menjadi cara untuk menceritakan kembali memori, tradisi, dan pengalaman hidup. Melalui pendekatan ini, para pameris berusaha menghadirkan kembali rasa hangat tentang kampung halaman, tentang tempat di mana seseorang merasa diterima, dikenang, dan selalu memiliki ruang untuk pulang.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait