Material yang Bercerita: Ragam Medium dalam Pameran “Pulang Kampung”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pameran kolektif “Pulang Kampung: Jeda, Memori, dan Ruang yang Menetap” tidak hanya menawarkan cerita tentang kepulangan, tetapi juga menghadirkan keberanian dalam mengeksplorasi berbagai material. Para perupa yang terlibat dalam pameran ini tidak membatasi diri pada medium seni yang konvensional seperti kanvas atau kertas. Mereka justru memanfaatkan beragam bahan sebagai bahasa visual untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman personal.
Di ruang pamer yang berlangsung di Tekodeko, kawasan Kota Lama Semarang, pengunjung dapat melihat dialog menarik antara berbagai medium. Cat air dan tinta akrilik hadir berdampingan dengan material yang lebih taktil seperti kain blacu, benang sulam, kulit, hingga eksplorasi bentuk menggunakan 3D clay. Keberagaman ini menciptakan pengalaman visual yang kaya sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat lahir dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa karya bahkan menggunakan benda yang akrab dengan keseharian, seperti piring, baju batik, kain perca, hingga limbah kain. Benda-benda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai material, tetapi juga menjadi cara untuk menceritakan kembali memori, tradisi, dan pengalaman hidup. Melalui pendekatan ini, para pameris berusaha menghadirkan kembali rasa hangat tentang kampung halaman, tentang tempat di mana seseorang merasa diterima, dikenang, dan selalu memiliki ruang untuk pulang.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
