Dari Limbah Menjadi Seni: Cerita Kertas yang Kembali Bersinar

Friday, 13 March 2026 02:51:57

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Kertas sering dianggap benda biasa yang cepat dibuang setelah digunakan. Banyak orang hanya memanfaatkannya untuk menulis, mencetak, atau membungkus makanan. Setelah itu kertas biasanya berakhir sebagai sampah. Namun di tangan para seniman, kertas ternyata bisa memiliki kehidupan baru.

Hal ini terlihat dalam festival Jakarta Art Paper, sebuah pameran yang memperlihatkan berbagai karya seni berbahan dasar kertas. Dalam festival tersebut, kertas diolah menjadi lukisan, patung, hingga karya tiga dimensi yang unik. Pengunjung yang datang tidak hanya melihat pameran, tetapi juga belajar bahwa kertas dapat dimanfaatkan dengan cara yang lebih kreatif.

Salah satu karya menarik datang dari seniman Dedi Singgih. Ia membuat karya tiga dimensi yang terinspirasi dari lingkaran tahun pada batang pohon. Lingkaran tersebut biasanya digunakan untuk mengetahui usia pohon, tetapi juga bisa menjadi tanda perubahan lingkungan. Melalui karyanya, ia ingin mengingatkan bahwa kondisi bumi semakin memprihatinkan.

Penggunaan kertas dalam seni juga membawa pesan tentang keberlanjutan. Bahan yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai. Bahkan beberapa karya berhasil menarik minat kolektor dan dibeli oleh pengunjung pameran.

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak melihat bahwa kreativitas dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya yang bermakna.

(Diadaptasi dari artikel insidelombok.id oleh Buniamin Azmah)

(Sumber gambar: insidelombok.id)

Edited by

Sefiyan Eza Nur Hidayat

Artikel atau postingan terkait