Ruang Tafsir dalam Pameran Tunggal Bertajuk “Alih” oleh Handiwirman Saputra

Thursday, 12 March 2026 16:48:27

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Pameran “Alih” karya Handiwirman Saputra tidak menawarkan cerita yang pasti kepada penonton. Sebaliknya, pameran ini membuka ruang tafsir yang luas bagi siapa saja yang datang melihatnya.

Di dalam ruang galeri, setiap karya hadir sebagai sebuah kemungkinan. Tidak ada satu makna yang dianggap paling benar. Penonton bebas menafsirkan bentuk-bentuk yang mereka lihat sesuai dengan pengalaman dan sudut pandang masing-masing.

Pendekatan ini membuat pengalaman menikmati karya menjadi lebih personal. Seseorang mungkin melihat bentuk yang mengingatkannya pada alam, sementara yang lain merasakan keterkaitan dengan tubuh atau benda-benda tertentu.

Handiwirman tampaknya sengaja membiarkan karya-karyanya berada dalam kondisi yang terbuka. Ia tidak memberikan penjelasan yang terlalu tegas mengenai arti dari setiap bentuk yang dihadirkan.

Akibatnya, hubungan antara karya dan penonton menjadi lebih aktif. Makna tidak diberikan secara langsung oleh seniman, melainkan muncul melalui proses pengamatan dan refleksi.

Melalui pameran “Alih”, ruang galeri pun berubah menjadi tempat dialog. Bukan hanya antara karya dan penonton, tetapi juga antara pengalaman, persepsi, dan cara kita memahami dunia di sekitar kita.

(Sumber gambar: @nadi.gallery)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait