Belajar Melepaskan: Makna Kedamaian yang Luruh dalam Pameran Tunggal Fiesta Pasha
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Dalam hidup, tidak semua hal bisa kita pertahankan. Ada kalanya seseorang harus belajar melepaskan, meskipun keputusan itu terasa berat. Proses ini sering kali tidak mudah karena manusia terbiasa menggenggam apa yang dianggap penting.
Namun, justru dari proses melepaskan itulah banyak orang menemukan bentuk kedamaian yang baru. Kedamaian yang tidak lahir dari kemenangan atau keberhasilan, melainkan dari kemampuan menerima keadaan dengan lebih tenang.
Gagasan ini tercermin dalam pameran tunggal Luruh karya Friesta Pasha, mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Melalui karya-karyanya, Friesta mencoba menggambarkan perjalanan emosional seseorang saat menghadapi luka, keraguan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.
Bagi Friesta, pengalaman hidup yang tidak selalu berjalan mulus justru menjadi sumber refleksi dalam berkarya. Ia melihat bahwa rasa sakit bukan hanya sesuatu yang harus dihindari, tetapi juga bagian dari proses bertumbuh. Dalam diam, seseorang belajar memahami dirinya lebih dalam.
Melalui karya visual yang ia tampilkan, Friesta mengajak penonton untuk melihat bahwa ketenangan tidak selalu datang dari menggenggam erat sesuatu. Terkadang, kedamaian justru hadir ketika seseorang berani melepaskan hal-hal yang sudah tidak lagi bisa dipertahankan. Di situlah makna “luruh” menjadi terasa. Bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan sebagai bentuk keberanian untuk menerima hidup apa adanya.
(Sumber gambar: doc. liputan PT Rasa Kreasi Karya)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
