Terinspirasi Perjalanan ke India, Widi Pangestu Rilis Seri Karya “Indigo”
Written by Ning Imas Ati Z.
Bandung, Jawa Barat
Seniman kelahiran Bandung, 1993, Widi Pangestu merilis seri karya terbaru bertajuk “Indigo” yang mengeksplorasi medium kertas berbasis serat alami. Seri ini lahir dari pengalamannya melakukan perjalanan dan residensi seni di India.
Dalam proyek tersebut, Widi mengolah berbagai serat tanaman, seperti pelepah pisang, abaka, hingga kulit dalam pohon mulberry, menjadi bubur kertas yang diproduksi secara mandiri. Ia juga memadukan benang katun lokal India sebagai bagian dari eksplorasi material yang memperkaya karakter visual karya.
Pengalaman menyaksikan praktik masyarakat India yang memanfaatkan serat pisang untuk membuat tikar dan wadah tradisional menjadi titik awal gagasan estetiknya. Estetika organik yang ditemuinya selama perjalanan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karya melalui pendekatan manual dan proses pengolahan serat alami.
Setiap karya dalam seri “Indigo” dikerjakan selama kurang lebih satu bulan. Keunikan seri ini terletak pada penggunaan pewarna indigo alami yang difiksasi langsung pada bubur kertas sebelum proses pencetakan. Teknik tersebut menghasilkan kedalaman warna biru yang mengingatkan pada denim maupun tekstil tradisional.
Melalui seri ini, Widi Pangestu berupaya merekam pengalaman personal sekaligus menghadirkan eksplorasi baru dalam praktik seni rupa berbasis medium kertas, dengan menekankan hubungan antara material alami, proses manual, dan pengalaman perjalanan.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
