Panorama Alam sebagai Pengingat: Seni Lukis dan Isu Lingkungan

Tuesday, 03 March 2026 15:05:33

Written by Sefiyan Eza 

  Semarang

Pameran tunggal bertajuk Panorama Alam yang digelar oleh Cipto Pratomo menghadirkan lukisan-lukisan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan. Bertempat di Umah Seni Cipratku Purwokerto, pameran ini menjadi ruang refleksi tentang hubungan manusia dan alam.

Lewat 27 karya yang dipamerkan, pengunjung diajak melihat alam dari dua sisi. Di satu sisi, alam digambarkan begitu cantik dengan pegunungan, sawah, sungai, dan bunga warna-warni. Namun, muncul visual hutan gundul, pohon tumbang, dan lanskap yang terluka. Kontras ini terasa kuat dan menyentuh.

Tema Panorama Alam lahir dari keprihatinan atas bencana alam yang sering terjadi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Bagi Cipto, bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga akibat dari kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan. Karena itu, lukisan-lukisannya menjadi semacam pengingat halus agar manusia lebih peduli pada alam sekitar.

Menariknya, beberapa karya dibuat dengan bahan abu vulkanik dari Gunung Merapi, yang merekam memori erupsi besar tahun 2010. Material tersebut membuat karya terasa lebih hidup dan memiliki nilai sejarah.

Melalui pameran ini, seni hadir bukan hanya sebagai hiburan visual, tetapi juga sebagai media edukasi. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: alam harus dijaga karena keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung padanya.

(Sumber gambar: jateng.pikiran-rakyat.com)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait