Artspace Hotel: Ruang Seni yang Membebaskan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Pameran Freedom tidak hanya berbicara tentang karya, tetapi juga tentang ruang. Lobi ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta disulap menjadi Artspace yang membuka peluang interaksi antara seni dan publik secara lebih dekat.
General Manager Reza Farhan menegaskan bahwa Artspace hotel dirancang sebagai ruang ekspresi tanpa batas. Tidak ada sekat bahasa, medium, atau latar belakang seniman. Justru dari kebebasan itulah lahir karya-karya yang jujur dan maksimal.
Sejalan dengan visi tersebut, Artspace hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang temu yang hidup bagi berbagai gagasan dan perspektif. Konsep tanpa batas yang diusung inilah yang kemudian menjadikan setiap sudut hotel sebagai panggung terbuka—tempat karya dapat berbicara langsung kepada siapa saja yang hadir.
Dengan begitu, keberadaan pameran seni di ruang publik seperti hotel membuat seni terasa lebih inklusif. Pengunjung tidak harus datang ke galeri khusus untuk menikmati karya, karena seni hadir di ruang sehari-hari. Hal ini membuka kemungkinan dialog baru antara seniman, tamu hotel, dan masyarakat umum.
Selama satu bulan, karya Hasan dan Helmi Fu dapat dinikmati secara gratis di area lobi. Pameran ini menjadi bukti bahwa seni tidak harus eksklusif. Dengan ruang yang terbuka dan dukungan ekosistem, kebebasan berekspresi dapat tumbuh dan menjangkau lebih banyak orang.
(Sumber gambar: @artotelsuitesbianti)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
