Kegelisahan, Waktu, dan Prasangka dalam Karya Helmi Fu

Friday, 27 February 2026 16:30:56

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Bagi Helmi Fu, kebebasan tidak selalu identik dengan kegembiraan. Dalam pameran Freedom, ia justru menghadirkan kebebasan sebagai ruang untuk menyelami kegelisahan personal dan sosial. Latar belakang pendidikannya di Universitas Negeri Yogyakarta membentuk cara berpikirnya yang kritis terhadap fenomena manusia modern.

Karya Chrono Bias Prasangka menjadi salah satu sorotan utama. Karya ini lahir dari pengalaman relasi anak dan orang tua, serta refleksi tentang waktu, usia, dan prasangka. Melalui teknik kolase berlapis, Helmi menyusun potongan visual, seperti memori yang saling bertumpuk dan tidak selalu rapi.

Dua karya lain, Me and Devine #2 dan Me and Devine #3, merefleksikan hubungan manusia dengan kekuatan tak terbatas di tengah banjir informasi. Kutipan Socrates yang ia sematkan menjadi pengingat bahwa banyaknya informasi tidak selalu sejalan dengan kebijaksanaan.

Melalui karya-karyanya, Helmi Fu mengajak publik untuk berani berhenti sejenak, mempertanyakan asumsi, dan menyadari keterbatasan diri. Di sanalah, kebebasan berpikir benar-benar diuji.

(Sumber gambar: jogja.tribunnews.com)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait