Freedom: Ketika Dua Seniman Bicara Kebebasan dengan Cara Berbeda

Friday, 27 February 2026 16:27:16

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Pameran bertajuk Freedom yang digelar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan dialog visual antara dua seniman dengan pendekatan yang kontras, Hasan dan Helmi Fu. Kebebasan dalam pameran ini tidak diposisikan sebagai tema tunggal, melainkan sebagai ruang tafsir yang luas dan personal.

Helmi Fu memaknai kebebasan sebagai upaya memahami kegelisahan manusia modern. Melalui karya berlapis seperti Chrono Bias Prasangka, ia merangkai pengalaman personal, relasi keluarga, serta prasangka sosial menjadi komposisi yang padat dan reflektif. Teknik kolase dari berbagai material memberi kesan bahwa kebebasan berpikir lahir dari akumulasi pengalaman hidup.

Berbeda dengan Helmi, Hasan justru mengajak publik melihat kebebasan lewat alam. Karya-karyanya menampilkan sapuan warna yang lepas dan bentuk yang tidak terikat aturan akademik. Hutan, tumbuhan, dan lanskap alam dihadirkan sebagai simbol harmoni dan keberagaman.

Pameran ini menunjukkan bahwa kebebasan tidak memiliki satu wajah. Ia bisa hadir sebagai kegelisahan batin maupun sebagai ketenangan yang lahir dari alam. Melalui perbedaan itulah, Freedom mengajak pengunjung untuk menemukan makna kebebasan versi mereka sendiri.

(Sumber gambar: jogja.tribunnews.com)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait