Rhythm: Menari Bersama Waktu dan Ingatan di Artbility #6 Unnes
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pameran seni Artbility edisi ke-6 yang digelar oleh UKM SRD Unnes kembali menghadirkan karya-karya yang mengajak pengunjung untuk merenung tentang makna keberadaan manusia. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Rhythm, karya digital art berukuran A2 ciptaan Amaliah Nazar Hilhami pada tahun 2025. Karya ini dipamerkan di Gedung B9 FBS Unnes dan menjadi bagian penting dari narasi besar pameran.
Karya bertajuk Rhythm berangkat dari kesadaran bahwa hidup manusia tidak pernah lepas dari waktu dan ingatan. Visual utama berupa jam berukuran besar menjadi panggung bagi figur-figur manusia yang sedang berdansa. Tarian ini menggambarkan usaha manusia untuk tetap hadir sepenuhnya dalam hidup, bergerak, merayakan momen, dan meninggalkan jejak sebelum waktu terus berjalan dan segalanya perlahan menghilang.
Elemen tangga yang mengarah ke atas hadir sebagai simbol cita-cita dan harapan. Tangga tersebut merepresentasikan berbagai usaha manusia dalam memberi makna pada hidup, baik melalui mimpi, pencapaian, maupun aktivitas sehari-hari. Sementara itu, bola mata yang melayang menjadi metafora tentang kesadaran akan pandangan dan ingatan orang lain. Ia menghadirkan pertanyaan sunyi: apakah keberadaan kita akan berarti dan diingat setelah tubuh tidak lagi ada?
Melalui Rhythm, Amaliah tidak menawarkan jawaban pasti tentang keabadian. Karya ini justru mengajak pengunjung Artbility #6 untuk merenung bahwa sebelum ingatan memudar, manusia masih punya pilihan: hadir dengan jujur, bergerak dengan kesadaran, dan menciptakan makna hidupnya sendiri. Karya ini sederhana secara visual, tetapi kuat dalam pesan, menjadikannya salah satu refleksi paling menyentuh di pameran tahun ini.
(Sumber gambar: katalog karya artbility #6)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
