Dreamlight: Menemukan Pulang di Dunia Mimpi yang Sunyi

Wednesday, 18 February 2026 15:31:08

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Karya digital berjudul Dreamlight karya Rajwaisla menjadi salah satu karya yang menyentuh emosi dalam Pameran Artbility edisi ke-6. Karya berukuran A2 ini berhasil meraih Juara ke-2 dan dipamerkan di Gedung B9 FBS Unnes, dalam gelaran yang diselenggarakan oleh UKM SRD Unnes.

Dreamlight mengisahkan seorang gadis yang telah lelah berhadapan dengan realitas. Alih-alih menemukan kenyamanan di dunia nyata, ia justru menemukan ‘pulang’ di dunia mimpi, sebuah ruang tanpa tuntutan, tanpa kepastian, tetapi terasa aman. Cahaya mimpi menjadi pelarian sekaligus perlindungan, tempat ia bisa bernapas tanpa tekanan.

Dalam dunia tersebut, hadir sosok Ursa, seekor beruang yang menjadi wujud ingatan sang gadis yang perlahan memudar. Ursa bukan sekadar simbol kenangan, tetapi juga tempat bersandar terakhir. Di antara keheningan mimpi, gadis dan Ursa saling menguatkan, berbagi kehangatan yang tak mereka temukan di dunia lain. Hubungan keduanya digambarkan sederhana, tetapi penuh makna emosional.

Meski sama-sama rapuh, Dreamlight tidak sepenuhnya tenggelam dalam kesedihan. Ada harapan kecil yang tetap dijaga, tentang kemungkinan untuk tetap diingat, atau setidaknya tidak sepenuhnya hilang. Selama mimpi itu masih ada, dan selama mereka saling menjaga, harapan tersebut tetap hidup, meski samar.

Karya ini mengajak penonton merenung tentang makna pulang, ingatan, dan kenyamanan. Dreamlight menjadi pengingat bahwa bagi sebagian orang, mimpi bukan sekadar bunga tidur, melainkan ruang aman untuk bertahan dan menjaga harapan yang tersisa.

(Sumber gambar: @ukmsrd_unnes)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait