A Presence That Doesn’t Heal, but Stays: Tentang Luka, Ingatan, dan Arah Pulang

Wednesday, 18 February 2026 15:27:46

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Karya digital berjudul A Presence That Doesn’t Heal, but Stays karya Adeline Karen menjadi salah satu sorotan dalam Pameran Artbility edisi ke-6 yang digelar di Gedung B9 FBS Unnes. Karya berukuran A2 ini berhasil meraih Juara ke-1 dan meninggalkan kesan emosional yang kuat bagi para pengunjung pameran yang diselenggarakan oleh UKM SRD Unnes.

Melalui visual yang simbolik, Adeline menghadirkan potongan-potongan puzzle yang runtuh di latar belakang sebagai representasi memori yang terpecah, memudar, dan tak lagi bisa disatukan sepenuhnya. Ingatan tidak digambarkan sebagai sesuatu yang bisa dipulihkan, melainkan sebagai ruang yang perlahan ditinggalkan. Di tengah kondisi itu, hadir sosok Miki, figur pendamping yang optimis dan ceria yang menemani Ursa melangkah keluar dari ruang ingatan yang terlupakan.

Menariknya, Miki tidak diposisikan sebagai penyembuh. Ia tidak menghapus luka, tetapi hadir sebagai teman berjalan. Sebuah kehadiran yang sederhana, tetapi penting. Sementara itu, Ursa digambarkan dengan ekspresi ragu dan mata yang menyimpan kebingungan, mencerminkan konflik batin antara harapan dan kehilangan. Pulau-pulau di langit menjadi simbol ingatan yang masih ada, tetapi tak lagi bisa dihuni.

Bintang yang bercahaya menjadi elemen kunci dalam karya ini. Cahaya tersebut bukan untuk memulihkan masa lalu, melainkan penunjuk arah. Sebuah harapan yang membimbing Ursa untuk terus melangkah maju, tanpa harus mengingat segalanya. Karya ini mengajak kita memahami bahwa tidak semua luka perlu disembuhkan, sebagian hanya perlu ditemani agar kita bisa tetap berjalan.

(Sumber gambar: @ukmsrd_unnes)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait