Rasanya Lelang Karya Kolaborasi dengan Pameran MGMP Seni Budaya, Tekankan Keberlanjutan Nilai Karya
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Semarang, RLK— Rasanya Lelang Karya berkolaborasi dengan Pameran MGMP Seni Budaya SMP Kota Semarang sebagai upaya memperkuat apresiasi terhadap karya seni. Kolaborasi ini menghadirkan konsep yang tidak berhenti pada tahap pameran, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan nilai sebuah karya melalui mekanisme lelang.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival MGMP Seni Budaya yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Melalui skema lelang, karya peserta tidak hanya dipajang sebagai hasil kreativitas, tetapi juga diberi kesempatan untuk diapresiasi secara lebih luas.
Siska Kharisma, S.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini memiliki makna strategis dalam membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menekankan bahwa sebuah karya seni tidak hanya sampai pada tahap dipamerkan,” ujarnya.
Menurutnya, proses lelang memberikan pengalaman edukatif bagi peserta didik tentang bagaimana karya seni dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus daya hidup setelah proses penciptaan dan pameran. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami aspek estetika, tetapi juga mengenal dinamika apresiasi dan distribusi karya dalam ekosistem kreatif.
Skema ini sekaligus memperkenalkan konsep bahwa seni tidak sekadar ekspresi personal, melainkan bagian dari sistem yang melibatkan pencipta, apresiator, dan pasar. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai potensi dan keberlanjutan karya seni.
Kolaborasi antara Rasanya Lelang Karya dan Pameran MGMP Seni Budaya menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman tentang nilai sebuah karya. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem seni yang lebih hidup, produktif, dan berkelanjutan di Kota Semarang.
Edited by
Desfya Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
