Puluhan Siswa Ramaikan Lomba Bertema Budaya Semarangan di Festival MGMP
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Semarang, Hokgstudio — Festival MGMP Seni Budaya SMP Kota Semarang 2026 menghadirkan berbagai perlombaan yang seluruhnya mengangkat tema budaya Semarangan. Puluhan siswa SMP dan sederajat dari berbagai sekolah se-Kota Semarang ambil bagian dalam ajang yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan data panitia, lomba desain Batik Semarangan menjadi cabang dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 22 siswa. Sementara itu, lomba tari gaya Semarangan diikuti oleh 16 peserta atau tim dari berbagai sekolah. Adapun lomba band lagu Semarangan diikuti oleh 14 grup yang menampilkan aransemen musik bernuansa lokal.
Seluruh cabang lomba dirancang untuk memperkuat pengenalan sekaligus pelestarian budaya lokal melalui kreativitas peserta didik. Tema budaya Semarangan menjadi benang merah dalam setiap karya yang ditampilkan, baik melalui gerak tari yang mencerminkan karakter khas daerah, motif batik yang mengangkat ikon lokal, maupun aransemen musik yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Panitia menyebutkan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme siswa terhadap seni dan budaya daerah. Kegiatan ini dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan siswa pada identitas budaya kota mereka.
Melalui proses persiapan hingga penampilan, siswa dilatih untuk memahami makna di balik karya yang dibuat, mulai dari eksplorasi ide, pendalaman tema budaya, hingga penyajian karya di hadapan publik. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga proses kreatif yang edukatif.
Festival MGMP Seni Budaya SMP Kota Semarang 2026 menjadi salah satu upaya konkret dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia sekolah. Melalui pendekatan kreatif dan kompetitif, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya Semarangan di tengah arus perkembangan zaman.
Edited by
Desfya Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
