Sebelum Pergi, Kita Ingin Diingat: Seni sebagai Ruang Bertanya tentang Keberadaan

Wednesday, 18 February 2026 11:16:08

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang serba cepat, jarang sekali kita berhenti dan bertanya pada diri sendiri: apakah keberadaan kita benar-benar berarti? Pameran ARTBILITY#6 yang digagas oleh UKM SRD Unnes menghadirkan ruang untuk merenungkan pertanyaan itu melalui tema “Before I Disappear – Will I Be Missed?”.

Tema ini lahir dari kegelisahan yang sangat manusiawi. Setiap orang, cepat atau lambat, akan berhadapan dengan rasa takut akan kehilangan, dilupakan, atau pergi tanpa jejak. Melalui karya seni, pengunjung diajak masuk ke ruang sunyi, tempat suara pelan, memori samar, dan jejak-jejak keberadaan perlahan memudar.

“Before I Disappear” berbicara tentang fase sebelum menghilang. Bukan hanya soal kematian fisik, tetapi juga tentang saat-saat ketika seseorang merasa tidak terlihat, tidak didengar, dan tidak diingat. Seni dalam pameran ini menjadi medium untuk menyuarakan rasa hampa, cemas, dan ketakutan yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pameran ini mengingatkan bahwa manusia bisa ‘mati’ dua kali: saat tubuh berhenti bernapas, dan saat namanya tak lagi disebut oleh siapa pun. Melalui visual, bunyi, dan objek yang kehilangan makna, seni hadir sebagai pengingat bahwa keberadaan kita pernah nyata.

Pada akhirnya, pameran ini bukan sekadar tontonan. Ia adalah ajakan untuk bertanya dengan jujur pada diri sendiri: sebelum aku menghilang, sudahkah aku benar-benar hadir?

(Sumber gambar: Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait