IQRO’ sebagai Pengalaman Visual: Membaca Makna Lewat Pameran Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Pameran seni rupa Menjalankan IQRO’ yang digelar di The Ratan menghadirkan pemaknaan iqra’ yang lebih luas dan kontekstual. Membaca tidak lagi dimaknai sebatas aktivitas melihat huruf dan teks, tetapi sebagai proses memahami kehidupan melalui pengalaman visual dan perenungan.
Pameran ini melibatkan seniman dari beragam latar belakang dengan pendekatan medium yang berbeda-beda. Lukisan, patung, hingga dokumentasi performance ditampilkan berdampingan, menciptakan ruang dialog antarkarya. Keberagaman medium tersebut menunjukkan bahwa gagasan iqra’ dapat diterjemahkan dalam banyak bahasa visual tanpa kehilangan akar maknanya.
Sejumlah karya menghadirkan suasana hening dan reflektif. Patung marmer hitam karya Nugroho Ho2x, misalnya, mengajak pengunjung untuk merenungkan hubungan antara teks, tubuh, dan keberadaan manusia. Bentuk yang padat dan material yang kuat menghadirkan kesan kontemplatif, seolah mengajak pengunjung membaca makna secara perlahan dan mendalam.
Di sisi lain, karya dua dimensi dan dokumentasi performance menghadirkan pengalaman visual yang lebih naratif. Melalui medium ini, peristiwa tidak hanya direkam, tetapi dihadirkan kembali untuk dibaca ulang. Gestur, momen, dan ekspresi menjadi bagian dari teks visual yang bisa ditafsirkan oleh pengunjung.
Melalui Menjalankan IQRO’, seni rupa tampil sebagai medium literasi yang inklusif. Tanpa bahasa yang rumit, karya-karya dalam pameran ini mengajak publik membaca realitas sosial, budaya, dan spiritual di sekitarnya. Iqra’ pun hadir sebagai praktik membaca kehidupan yang terus bergerak dan relevan dengan pengalaman sehari-hari.
(Sumber gambar: panggungharjo.desa.id)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
