Pasar Wangi #9: Ketika Belanja Berkelanjutan Jadi Pengalaman yang Hangat
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Panarama Residential Resort kembali menghadirkan Pasar Wangi untuk kesembilan kalinya. Gelaran ini bukan sekadar pasar kreatif, tetapi ruang temu bagi ide, karya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sejak awal, Pasar Wangi konsisten mengusung konsep ramah bumi dengan menghadirkan produk-produk lokal yang dibuat secara bertanggung jawab.
Sekitar 15 tenant artisan dari area Salatiga–Semarang ikut meramaikan Pasar Wangi #9. Beragam produk ditawarkan, mulai dari hasil pertanian organik, jamu dan minuman fermentasi, produk perawatan tubuh berbahan alami, hingga kerajinan tangan dan barang daur ulang. Nama-nama seperti Girls on Weekend ID, VAF x Sukur Bagya, Aiabutter x Cuantree, Jamu Seruni, Psi Kombucha, hingga Galgreen menjadi bagian dari semarak pasar ini.
Keunikan Pasar Wangi terletak pada komitmennya terhadap keberlanjutan. Seluruh dekorasi dan signage booth dibuat tanpa plastik, menggunakan material ramah lingkungan. Para tenant pun dihimbau untuk meminimalkan kemasan plastik sekali pakai. Upaya ini sejalan dengan visi Panarama dan Dalem Wangi yang menempatkan alam sebagai bagian penting dari pengalaman ruang dan gaya hidup.
Pasar Wangi juga dibangun di atas nilai Laras, Lurus, Leres, dan Laris. Laras berarti hidup selaras dengan alam, Lurus menekankan dialog antara budaya lokal dan modernitas, Leres menghadirkan karya yang baik dan bermanfaat, sementara Laris dimaknai sebagai keuntungan yang melampaui materi, termasuk relasi dan kebersamaan.
Ke depan, Pasar Wangi diharapkan terus menjadi agenda rutin di Panarama Residential Resort, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi komunitas dan karya-karya baru yang peduli pada keberlanjutan.
Doc. Sefiyan Eza
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
