Borobudur sebagai Ruang Hidup Seni Rupa Kontemporer
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Magelang
Borobudur selama ini dikenal dunia sebagai situs warisan budaya dan tujuan wisata sejarah. Namun, melalui pameran seni Describing Personality, kawasan ini kembali ditegaskan sebagai ruang hidup bagi perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Pameran yang berlangsung di Limanjawi Art House ini menjadi salah satu peristiwa kebudayaan penting di kawasan Borobudur.
Pemilik Limanjawi Art House, Umar Chusaeni, menilai bahwa kegiatan seni seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghidupkan Borobudur sebagai pusat kebudayaan, bukan hanya destinasi wisata. Menurutnya, seni rupa memiliki peran penting dalam menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia terus bergerak dan berkembang mengikuti zaman.
Pameran ini melibatkan seniman dari berbagai daerah, mulai dari Magelang, Yogyakarta, hingga Padang. Kehadiran perupa lintas wilayah membuat Borobudur menjadi titik temu berbagai perspektif dan latar belakang seni. Hal ini memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperluas jaringan antar seniman.
Salah satu karya yang menarik perhatian berasal dari Abdi Setiawan, pematung kontemporer yang dikenal di tingkat nasional. Dalam pameran ini, ia menampilkan karya berbahan sisa patung yang didaur ulang. Karya tersebut tidak hanya berbicara tentang bentuk, tetapi juga menyentuh isu keberlanjutan dan proses penciptaan ulang.
Melalui pameran Describing Personality, Borobudur tidak lagi hanya menjadi ruang masa lalu, tetapi juga ruang masa kini dan masa depan seni. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa seni rupa mampu tumbuh berdampingan dengan sejarah, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat lokal dan publik yang lebih luas. Borobudur pun perlahan menegaskan dirinya sebagai pusat dialog seni dan budaya yang terus hidup.
(Sumber gambar: jateng.pikiran-rakyat.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
