Menjaga Keunikan di Tengah Arus Seragam: Echo Project Hadirkan “Describing Personality”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Di tengah dunia seni rupa kontemporer yang semakin dipengaruhi selera pasar, pameran seni bertajuk Describing Personality hadir sebagai pengingat pentingnya keunikan dan karakter personal seniman. Pameran ini digelar di Limanjawi Art House, Borobudur, Magelang, pada 5 Februari hingga 5 Maret 2026, dan menjadi proyek perdana dari kelompok seni Echo Project.
Echo Project digagas oleh lima perupa lintas daerah, yakni Abdi Setiawan, Awang Darmawan, Heru Priyono, Heru Dodot Widodo, serta almarhum Zulfa Hendra. Melalui pameran ini, mereka menampilkan berbagai karya instalasi dan lukisan yang menonjolkan ciri khas masing-masing seniman. Setiap karya tidak hanya berbicara soal bentuk, tetapi juga membawa gagasan dan pengalaman personal yang sangat kuat.
Kurator pameran, Aa Nurjaman, menegaskan bahwa pameran ini sengaja dirancang untuk melawan kecenderungan keseragaman dalam seni rupa masa kini. Menurutnya, pasar sering kali mendorong seniman untuk mengikuti tren yang laku dijual, sehingga karakter personal justru terpinggirkan. Describing Personality menjadi ruang alternatif yang memberi kebebasan penuh bagi seniman untuk menampilkan jati diri mereka.
Nama Echo Project sendiri dipilih untuk merepresentasikan rasa nyaman dan kebebasan berekspresi. Proses kreatif kelompok ini lahir dari pertemuan-pertemuan santai yang penuh diskusi dan obrolan ringan, hingga akhirnya berkembang menjadi pameran bersama.
Melalui pameran ini, Echo Project seolah berkata “kulonuwun” kepada publik seni. Mereka memperkenalkan diri dengan cara yang jujur dan personal, sekaligus membuka ruang dialog tentang pentingnya merawat keunikan di tengah arus seni rupa yang kian seragam.
(Sumber gambar: jogja.tribunnews.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
