“17 Pitulas”: Ketika Seniman Cirebon Menyalakan Kembali Api Seni Rupa Lokal
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Cirebon
Ruang Kreasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon mendadak hidup selama 4–8 Februari 2026. Puluhan seniman rupa dari wilayah Ciayumajakuning berkumpul dalam Pameran Lukis bertajuk “17 Pitulas”, sebuah peristiwa yang menandai kebangkitan seni rupa Cirebon setelah lama terasa sunyi.
Sekitar 40 karya dari 20 seniman dipamerkan, mewakili beragam gaya, gagasan, dan pengalaman artistik. Menurut Ketua Panitia Guntur Alibasa, pameran ini lahir dari kegelisahan bersama: seni lukis Cirebon yang selama ini terasa “mati suri”, hanya sesekali muncul tanpa ruang yang berkelanjutan. Melalui pameran ini, para seniman berupaya merebut kembali ruang tersebut, bukan dengan keluhan, tetapi dengan karya.
Menariknya, “17 Pitulas” bukan sekadar pameran visual. Berbagai aktivitas pendukung seperti kegiatan komunitas, kehadiran UMKM, hingga demo memasak turut meramaikan suasana. Galeri tidak lagi menjadi ruang eksklusif, tetapi tempat bertemunya seni dengan kehidupan sehari-hari.
Pameran ini juga menjadi pengingat bahwa Cirebon memiliki potensi seni rupa yang tidak kalah dengan kota-kota besar. Meski belum ditopang kampus seni seperti Bandung atau Yogyakarta, Cirebon memiliki kekuatan pada jejaring komunitas dan semangat kolektif. “17 Pitulas” menjadi bukti bahwa ketika seniman bersatu, seni bisa kembali bernapas, dekat dengan masyarakat, dan relevan dengan zamannya.
(Sumber gambar: rakyatcirebon.disway.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
