Ketika Seni, Desain, dan AI Duduk Satu Meja di Galeri Bulaksumur
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Di tengah perubahan cepat dunia kreatif, Galeri Bulaksumur GIK UGM memilih untuk tidak berteriak, melainkan mengajak berbincang. Program Rasan-rasan yang digelar Februari 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana ruang seni dapat berfungsi sebagai mediator antara praktik kreatif dan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
Berbeda dari diskursus teknologi yang sering terdengar teknis dan kaku, Rasan-rasan justru mengusung pendekatan dialogis. Isu perubahan pola kerja industri desain akibat AI dibahas dari berbagai sudut pandang, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami. Desainer, pendidik, dan praktisi diajak duduk sejajar, berbagi kegelisahan sekaligus kemungkinan.
Workshop yang menyertainya pun tidak semata berfokus pada alat, melainkan pada cara berpikir. Optimalisasi AI dalam bidang arsitektur dan interior diposisikan sebagai upaya memperluas proses kreatif, bukan menggantikannya. Dengan pendekatan ini, teknologi hadir sebagai rekan diskusi, bukan ancaman.
Menariknya, Rasan-rasan tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari rangkaian yang juga mencakup pameran Datang, di mana karya seni rupa hadir sebagai konteks visual dari percakapan yang berlangsung. Kolaborasi GIK UGM dan Sedekat Imaji memperlihatkan bagaimana ekosistem seni dapat tumbuh melalui sinergi antara akademisi, seniman, dan komunitas.
Di Galeri Bulaksumur, seni tidak hanya dipamerkan, ia dipertanyakan, dibicarakan, dan dinegosiasikan. Sebuah pendekatan yang relevan di era ketika kreativitas dan teknologi semakin sulit dipisahkan.
(Sumber gambar: rri.co.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
