Meramu Seni dari Hal-Hal yang Dekat: Hidden Potion dan Daya Cerita dalam Keseharian
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Surabaya
Pameran Hidden Potion di ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya menghadirkan seni rupa yang tidak berjarak dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menampilkan karya yang terasa asing atau terlalu konseptual, pameran ini justru meramu pengalaman personal, ingatan, dan pengamatan sederhana menjadi bahasa visual yang akrab dan komunikatif.
Sebanyak 26 karya dari lima seniman, Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin ditampilkan dengan pendekatan yang beragam. Figur, humor, dan referensi budaya visual kontemporer menjadi medium untuk menyampaikan gagasan tentang relasi manusia, memori, imajinasi, serta pengalaman emosional. Karya-karya ini tidak berdiri sebagai objek yang menuntut pemahaman tunggal, melainkan membuka kemungkinan tafsir yang personal bagi setiap pengunjung.
Dalam Hidden Potion, seni diposisikan sebagai hasil proses panjang: akumulasi rasa, pengalaman hidup, dan refleksi atas lingkungan sekitar. Pengunjung diajak melihat bahwa ide besar sering kali lahir dari hal-hal kecil, keseharian yang mungkin luput diperhatikan. Pendekatan ini membuat pameran terasa relevan, terutama bagi publik yang tidak selalu akrab dengan dunia seni rupa.
Ditulis oleh Rahma Tussofiyah, Hidden Potion dibaca sebagai ruang pertemuan antara ingatan dan proses kreatif. Setiap karya saling terhubung, membentuk narasi yang cair namun tidak mengikat. Di sinilah kekuatan pameran ini: memberi ruang bagi pengunjung untuk berhenti sejenak, merenung, dan menemukan makna mereka sendiri dari cerita-cerita visual yang disajikan.
(Sumber gambar: radarsurabaya.jawapos.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
