Menatap 2026 dengan Ingatan: Sekar Rinonce sebagai Arsip Hidup Bentara Budaya Yogyakarta
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Awal tahun kerap menjadi ruang jeda: saat manusia menata ulang harapan sembari menengok jejak langkah yang telah dilewati. Semangat itulah yang terasa kuat dalam pameran perdana Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) tahun 2026 bertajuk Sekar Rinonce. Pameran ini bukan sekadar perayaan awal tahun, melainkan ajakan untuk berefleksi melalui ingatan kolektif yang dibangun dari karya-karya masa lalu.
Dalam Sekar Rinonce, BBY menghadirkan kembali puluhan katalog dan buku seni yang merekam aktivitas pameran selama hampir dua dekade terakhir. Tak kurang dari 50 publikasi ditampilkan, mencakup beragam disiplin seni, mulai dari seni lukis, patung, tari, hingga kerajinan dan lawasan. Katalog-katalog ini menunjukkan bagaimana BBY berperan bukan hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai institusi pencatat sejarah seni rupa Indonesia.
Di tengah arus transformasi digital yang kian masif, kehadiran katalog cetak ini terasa semakin bermakna. Ia menjadi penanda bahwa arsip fisik masih memiliki daya hidup sebagai sumber rujukan, pembelajaran, dan memori visual yang tak tergantikan sepenuhnya oleh layar digital. Setiap halaman menyimpan konteks zaman, gagasan kuratorial, dan dinamika artistik yang membentuk lanskap seni Indonesia.
Melalui Sekar Rinonce, BBY seolah menegaskan bahwa masa depan seni tidak bisa dilepaskan dari upaya merawat ingatan. Refleksi bukanlah langkah mundur, melainkan fondasi untuk melangkah lebih sadar. Pameran ini menjadikan arsip sebagai pengalaman, dan ingatan sebagai energi kreatif yang terus menyala.
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
