Menatap 2026 dengan Ingatan: Sekar Rinonce sebagai Arsip Hidup Bentara Budaya Yogyakarta

Friday, 30 January 2026 06:40:25

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Awal tahun kerap menjadi ruang jeda: saat manusia menata ulang harapan sembari menengok jejak langkah yang telah dilewati. Semangat itulah yang terasa kuat dalam pameran perdana Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) tahun 2026 bertajuk Sekar Rinonce. Pameran ini bukan sekadar perayaan awal tahun, melainkan ajakan untuk berefleksi melalui ingatan kolektif yang dibangun dari karya-karya masa lalu.

Dalam Sekar Rinonce, BBY menghadirkan kembali puluhan katalog dan buku seni yang merekam aktivitas pameran selama hampir dua dekade terakhir. Tak kurang dari 50 publikasi ditampilkan, mencakup beragam disiplin seni, mulai dari seni lukis, patung, tari, hingga kerajinan dan lawasan. Katalog-katalog ini menunjukkan bagaimana BBY berperan bukan hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai institusi pencatat sejarah seni rupa Indonesia.

Di tengah arus transformasi digital yang kian masif, kehadiran katalog cetak ini terasa semakin bermakna. Ia menjadi penanda bahwa arsip fisik masih memiliki daya hidup sebagai sumber rujukan, pembelajaran, dan memori visual yang tak tergantikan sepenuhnya oleh layar digital. Setiap halaman menyimpan konteks zaman, gagasan kuratorial, dan dinamika artistik yang membentuk lanskap seni Indonesia.

Melalui Sekar Rinonce, BBY seolah menegaskan bahwa masa depan seni tidak bisa dilepaskan dari upaya merawat ingatan. Refleksi bukanlah langkah mundur, melainkan fondasi untuk melangkah lebih sadar. Pameran ini menjadikan arsip sebagai pengalaman, dan ingatan sebagai energi kreatif yang terus menyala.

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait