Menyongsong Matahari 2026: Nasirun dan Ajakan Sunyi Menjaga Kewarasan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh kebisingan, pameran “Menyongsong Matahari 2026” karya Nasirun di Bentara Budaya Yogyakarta hadir sebagai ruang hening. Karya-karya yang dipamerkan tidak berteriak, tetapi berbisik mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan menengok ke dalam diri.
Nasirun memaknai matahari sebagai simbol harapan, kesadaran, dan awal baru. Proses kreatif yang ia jalani pada dini hari, menjelang fajar, memperkuat dimensi spiritual dalam lukisan-lukisannya. Melukis bukan sekadar aktivitas artistik, melainkan laku batin yang sarat perenungan tentang hidup, iman, dan kewarasan manusia modern.
Melalui konsep waras, wiris, dan wareg, Nasirun menegaskan pentingnya keseimbangan antara tubuh, ingatan kepada Tuhan, dan rasa cukup. Tiga nilai ini terasa relevan di tengah tekanan hidup kontemporer yang kerap mendorong manusia untuk terus berlari tanpa jeda.
Pameran ini bukan sekadar suguhan visual, tetapi pengalaman reflektif. Setiap warna, goresan, dan simbol bekerja sebagai pengingat bahwa hidup tidak melulu soal pencapaian, melainkan juga tentang kesadaran menjalani hari.
“Menyongsong Matahari 2026” menjadi ajakan lembut untuk menata ulang ritme hidup. Dalam kesunyian galeri, pengunjung diajak menyambut masa depan dengan batin yang lebih jernih dan kaki yang tetap menapak bumi.
(Sumber gambar: jogja.disway.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
