Merayakan Usia dengan Makna: Strategi Seni Grand Candi Hotel Semarang

Thursday, 29 January 2026 08:43:19

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Memasuki usia ke-28, Grand Candi Hotel Semarang memilih cara yang berbeda untuk merayakan perjalanannya. Alih-alih sekadar seremoni internal, hotel bintang lima ini membuka ruang publik melalui pameran seni Timeless Harmony, sebuah strategi yang memadukan hospitality, seni, dan pengalaman kultural.

Pameran yang berlangsung selama satu bulan ini menegaskan positioning Grand Candi sebagai hotel berkonsep art & gallery. Dengan menghadirkan 28 karya dari 10 seniman lintas gaya, hotel tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman estetik yang berkesan bagi tamu maupun masyarakat umum.

Kolaborasi dengan komunitas seniman Patsijiwanta dari Yogyakarta menunjukkan keberpihakan pada ekosistem seni lokal. Langkah ini sekaligus memperkuat citra hotel sebagai ruang kreatif yang terbuka, inklusif, dan relevan dengan perkembangan gaya hidup urban. Seni dihadirkan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai identitas.

Marcom Manager Grand Candi Hotel Semarang, Azkar Rizal Muhammad, menegaskan bahwa Timeless Harmony merupakan bagian dari komitmen jangka panjang hotel dalam menciptakan pengalaman menginap yang humanis dan bermakna. Melalui seni, hotel membangun kedekatan emosional dengan tamu, sesuatu yang semakin penting di tengah persaingan industri perhotelan.

Di era pariwisata berbasis pengalaman, pendekatan seperti ini menjadi nilai tambah strategis. Grand Candi Hotel tidak hanya menjual kenyamanan fisik, tetapi juga rasa ‘pulang’ yang dibangun lewat atmosfer, narasi, dan interaksi budaya. Perayaan 28 tahun ini pun menjadi contoh bagaimana seni dapat menjadi medium branding yang elegan, berkelanjutan, dan menyentuh publik secara luas.

(Sumber gambar: joglosemarangnews.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait