Dari Shivagrha ke Panggung Dunia: Prambanan sebagai Pusat Spiritualitas Hindu Nusantara

Thursday, 29 January 2026 08:10:15

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Klaten

Candi Prambanan selama ini dikenal sebagai mahakarya arsitektur Hindu yang memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Namun, melalui Prambanan Shiva Festival 2026, kompleks candi ini ditegaskan kembali bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup spiritual yang berakar kuat pada nilai dan tradisi Hindu Nusantara.

Rangkaian festival yang diawali perayaan Shivaratri pada 17 Januari 2026 hingga Mahashivaratri 15 Februari 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali fungsi sakral Candi Prambanan. Ribuan umat Hindu berkumpul untuk memuja Dewa Shiva, menjalani perenungan, dan melakukan introspeksi diri dalam suasana yang khidmat dan penuh makna.

Secara historis, pelaksanaan Shivaratri di Prambanan memiliki landasan kuat. Prasasti Wantil tahun 778 Śaka (856 M) mencatat bahwa kompleks ini bernama Shivagrha, tempat pemuliaan Dewa Shiva. Artinya, ritual yang kini kembali digelar bukanlah praktik baru, melainkan kesinambungan sejarah yang terputus oleh waktu.

Festival ini memperlihatkan transformasi cara pandang terhadap warisan budaya. Candi Prambanan tidak lagi diposisikan sebagai monumen bisu, tetapi sebagai pusat spiritual yang aktif dan relevan. Di sinilah masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu dalam satu ruang sakral.

Lebih jauh, Prambanan Shiva Festival memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa yang menghargai keberagaman spiritual dan budaya. Melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga keagamaan, dan pengelola destinasi, Prambanan diproyeksikan sebagai mercusuar spiritual Hindu Nusantara dan dunia, tempat di mana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi.

(Sumber gambar: injourneydestination.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait