Dari MRT ke Industri Kreatif Strategi Baru Eksposur IP Lokal Jakarta
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Jakarta
Kolaborasi MRT Jakarta dengan Tahilalats menunjukkan perubahan cara pandang terhadap promosi kekayaan intelektual lokal. Jika dulu IP berkembang melalui media digital dan merchandise, kini ruang transportasi massal menjadi medium baru yang strategis. Dengan total 46,5 juta penumpang per tahun, MRT Jakarta menawarkan eksposur yang sulit ditandingi oleh kanal promosi konvensional.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang inovatif dan interaktif. Keberhasilan merchandise store di Stasiun Blok M BCA menjadi bukti bahwa penumpang termasuk wisatawan memiliki minat tinggi terhadap produk kreatif lokal. Tahilalats Station hadir sebagai pengembangan gagasan tersebut dalam skala yang lebih imersif.
Bagi ekosistem ekonomi kreatif, langkah ini penting karena mempertemukan IP lokal dengan audiens lintas latar belakang setiap hari. Penumpang tidak perlu datang ke galeri atau pameran khusus; karya justru hadir di ruang yang mereka lewati secara rutin. Model ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara publik dan karakter lokal.
Kehadiran pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif hingga pelaku industri dalam peresmian Tahilalats Station menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Jakarta tidak hanya membangun transportasi kelas dunia, tetapi juga narasi kota yang memberi ruang tumbuh bagi kreativitas lokal.
(Sumber gambar: majalahlintas.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
