Ketika IP Lokal Turun ke Peron: Tahilalats dan Masa Depan Ruang Publik Kreatif

Wednesday, 28 January 2026 12:13:13

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Meninjau laman metrotvnews.com, ruang publik tak lagi sekadar tempat berlalu-lalang. Di Jakarta, Terowongan Kendal yang menghubungkan Stasiun MRT Dukuh Atas kini menjelma menjadi etalase kreativitas melalui kehadiran Tahilalats Station 2026. Peresmian ini menandai langkah penting dalam perjalanan Intellectual Property (IP) lokal Indonesia untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Tahilalats yang dikenal lewat komik digital bernuansa satir dan keseharian urban, kini keluar dari layar gawai dan hidup di ruang publik. Kehadirannya di kawasan transportasi massal menunjukkan bahwa IP lokal mampu beradaptasi dengan konteks kota modern tanpa kehilangan identitasnya. Inilah esensi placemaking: menghidupkan ruang dengan cerita dan karakter yang relevan dengan penggunanya.

Apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa IP bukan sekadar produk hiburan, melainkan aset budaya dan ekonomi. Ketika karakter lokal tampil di ruang publik strategis, ia membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap karya anak bangsa.

Lebih jauh, Tahilalats Station menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor seperti pemerintah, BUMD, dan pelaku kreatif, dapat menciptakan ekosistem yang sehat. IP tidak hanya berkembang di pasar digital, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman kota.

Jika model ini direplikasi, bukan mustahil stasiun, taman, hingga ruang transit lain di Indonesia akan diisi oleh IP-IP lokal. Kota pun tak lagi anonim, melainkan punya wajah dan cerita yang tumbuh dari kreativitas warganya sendiri.

(Sumber gambar: metritvnews.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait