Ketika IP Lokal Turun ke Peron: Tahilalats dan Masa Depan Ruang Publik Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Jakarta
Meninjau laman metrotvnews.com, ruang publik tak lagi sekadar tempat berlalu-lalang. Di Jakarta, Terowongan Kendal yang menghubungkan Stasiun MRT Dukuh Atas kini menjelma menjadi etalase kreativitas melalui kehadiran Tahilalats Station 2026. Peresmian ini menandai langkah penting dalam perjalanan Intellectual Property (IP) lokal Indonesia untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Tahilalats yang dikenal lewat komik digital bernuansa satir dan keseharian urban, kini keluar dari layar gawai dan hidup di ruang publik. Kehadirannya di kawasan transportasi massal menunjukkan bahwa IP lokal mampu beradaptasi dengan konteks kota modern tanpa kehilangan identitasnya. Inilah esensi placemaking: menghidupkan ruang dengan cerita dan karakter yang relevan dengan penggunanya.
Apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa IP bukan sekadar produk hiburan, melainkan aset budaya dan ekonomi. Ketika karakter lokal tampil di ruang publik strategis, ia membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap karya anak bangsa.
Lebih jauh, Tahilalats Station menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor seperti pemerintah, BUMD, dan pelaku kreatif, dapat menciptakan ekosistem yang sehat. IP tidak hanya berkembang di pasar digital, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman kota.
Jika model ini direplikasi, bukan mustahil stasiun, taman, hingga ruang transit lain di Indonesia akan diisi oleh IP-IP lokal. Kota pun tak lagi anonim, melainkan punya wajah dan cerita yang tumbuh dari kreativitas warganya sendiri.
(Sumber gambar: metritvnews.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
