Ekonomi Kreatif Berbasis IP: Kunci Daya Saing Indonesia di Pasar Global

Wednesday, 28 January 2026 11:53:12

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Dalam peta ekonomi kreatif global, kekayaan intelektual (IP) menjadi mata uang utama. Negara-negara dengan IP kuat mampu mengubah ide, cerita, dan identitas budaya menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan. Indonesia melalui geliat IP lokal yang kian kompetitif mulai menapaki jalur tersebut.

Dialog Menteri Ekraf dengan pegiat fesyen, parfum, tas, dan kuliner di Banten memperlihatkan bahwa IP tidak lagi berdiri sendiri sebagai karya kreatif, melainkan sebagai ekosistem. Brand seperti Lakon Indonesia atau Mandalika Parfum tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai, cerita, dan positioning yang jelas. Inilah karakter IP yang siap bersaing di level global.

Kunci keberhasilan IP terletak pada kolaborasi. Pemerintah mendorong kebijakan dan fasilitasi, sektor swasta menyediakan ruang dan akses pasar, sementara kreator menghadirkan inovasi dan kualitas. Ketika ketiganya berjalan seiring, IP lokal memiliki peluang besar untuk naik kelas.

Festival kuliner dan pameran IP di ruang publik juga berfungsi sebagai laboratorium pasar. Di sana, IP diuji langsung oleh konsumen: apakah ceritanya relevan, produknya konsisten, dan mereknya mudah diingat. Proses ini penting sebelum IP dibawa ke pasar internasional yang jauh lebih kompetitif.

Ke depan, tantangan IP Indonesia bukan hanya soal produksi, tetapi juga perlindungan, pengelolaan, dan ekspansi. Dengan ekosistem yang tepat, IP lokal berpotensi menjadi duta budaya sekaligus mesin ekonomi.

Ekonomi kreatif berbasis IP bukan tren sesaat. Ia adalah strategi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama di industri kreatif global.

(Sumber gambar: antaranews.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait