IP Lokal Naik Kelas: Dari Etalase Mal ke Panggung Nasional
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Jakarta
Awal 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan kekayaan intelektual (IP) lokal di Indonesia. Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif ke Summarecon Mall Serpong, Banten, menegaskan satu hal: pusat perbelanjaan kini bukan sekadar ruang konsumsi, tetapi juga panggung strategis bagi pertumbuhan IP anak bangsa.
Deretan brand seperti Cosmonaut Spacewear, Lakon Indonesia, Mandalika Parfum, Urban State, hingga Bevelient menunjukkan bahwa IP lokal telah berkembang melampaui skala komunitas. Mereka hadir dengan identitas kuat, narasi yang jelas, dan kualitas produk yang mampu bersaing di pasar nasional. Bahkan kuliner berbasis IP seperti Barbeque Mountain Boys membuktikan bahwa kekuatan merek dan cerita menjadi nilai tambah di tengah persaingan industri.
Kehadiran 44 stan dalam Holiday Food Journey Festival turut memperlihatkan bagaimana IP lokal mampu menarik minat publik luas ketika diberi ruang yang tepat. Antusiasme pengunjung menjadi indikator bahwa pasar domestik sebenarnya siap menerima produk lokal, asalkan dikemas dengan strategi yang matang.
Peran swasta dalam menyediakan ruang promosi di pusat perbelanjaan menjadi faktor krusial. Kolaborasi ini memperpendek jarak antara kreator dan konsumen, sekaligus memberi IP lokal pengalaman langsung menghadapi pasar nyata. Pemerintah, melalui Kementerian Ekraf, berperan sebagai fasilitator yang memastikan ekosistem ini berjalan berkelanjutan.
IP lokal hari ini tidak lagi sekadar “produk UMKM”. Ia adalah aset ekonomi, identitas budaya, dan modal penting untuk membangun daya saing nasional. Dari etalase mal, IP-IP ini tengah melangkah menuju panggung yang lebih besar.
(Sumber gambar: antaranews.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
